Agar Anak Anda Tidak Mengalami Kegemukan

Agar Anak Anda Tidak Mengalami Kegemukan

Seringkali kita melihat banyak anak-anak yang mengalami kegemukan (obesitas) hari ini. Untuk ukuran mereka, hal itu terlalu berlebihan sehingga membuat mereka cenderung malas beraktivitas dan kurang sehat. Tubuhnya seperti busa yang empuk karena tumpukan daging yang terlalu tebal namun kurang bergerak seperti berolahraga atau aktivitas lainnya.

Apa sebabnya? Salah satunya adalah karena kebiasaan anak-anak mengkonsumsi minuman manis. Namun demikian faktornya tentu tidak hanya karena minum-minuman manis yang ia konsumsi, tetapi juga cemilan dan pola makan yang tidak sehat. Tetapi ada baiknya jika sejak dini kita memperhatikan hal-hal seperti ini agar kenaikan badannya tidak overload mengungguli teman-teman sebayanya karena mengalami obesitas kanak-kanak.

Dengan demikian, para orang tua disarankan untuk lebih membiasakan buah hatinya mengkonsumsi air putih atau susu dan menjauhkan mereka sebisa mungkin dari berbagai minuman yang terlalu manis. Membiasakan anak-anak untuk mengkonsumsi minuman yang bebas gula akan membuat mereka tumbuh dengan sehat dan tidak mengalami kegemukan. Hal itu akan lebih baik lagi jika didukung dengan pola makan yang sehat dan olah raga teratur.

Saran di atas hanyalah upaya agar anak-anak tidak mengalami obesitas terlalu dini. Kelebihan kalori pada waktu kanak-kanak dan tidak diikuti dengan aktivitas yang seimbang akan terus membuat si anak tumbuh menjadi “raksasa“ yang tidak sehat. Maka dari itu, sebelum terlambat mari kita atur pola minum anak-anak kita.

Tips Mudik Aman : Tidur yang Cukup Sebelum Meneruskan Perjalanan

Menjelang lebaran, masyarakat urbanisasi di kota-kota besar khususnya DKI Jakarta ramai-ramai pulang kampong. Tradisi yang lazim terjadi di Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri ini membuat kota-kota besar itu sepi sesaat karena ditinggal para penghuninya untuk pulang menemui keluarga di kampong halaman mereka.

Saat mudik, sebagian mereka memilih menggunakan transportasi umum seperti bus, travel, kereta api atau pesawat terbang. Namun banyak juga yang memilih menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor dengan berboncengan. Jalan raya pun menjadi semakin ramai khususnya di kawasan pantura dan jalur selatan pulau Jawa.

Di keramaian arus mudik lebaran ini, tak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas. Moda transportasi umum yang belum mampu menutup kebutuhan para pemudik menyebabkan banyak pemudik memilih menggunakan sendiri. Hal ini sebenarnya sangat berbahaya bagi keselamatan para pemudik sendiri saat melakukan perjalanan jauh hingga ratusan kilometer.

Namun demikian, kiranya ada hal-hal yang perlu diperhatikan jika memang para pemudik memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau sepeda motor. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kondisi fisik dan stamina. Kelelahan sepanjang perjalanan seringkali menyebabkan rasa kantuk. Maka sebaiknya segera berhenti untuk beristirahat dan tidur sejenak untuk memenuhi kebutuhan badan yang ingin beristirahat.

Mengantuk saat berkendara sangat berbahaya. Salah satu penyebab kecelakaan yang fatal adalah pengemudi yang mengantuk atau pengendara sepeda motor yang mengantuk sehingga menjadi lepas kendali. Selama aksi Ketupat 2013 ini, sudah dilaporkan ada 60 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas.

Maka dari itu, bagi para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya benar-benar memperhatikan waktu tidurnya dan menjaga stamina tubuhnya agar tetap fit ketika melakukan perjalanan. Jangan sampai kehilangan konsentrasi saat berkendara, karena akan berakibat fatal nantinya. Rasa tidur tidak dapat digantikan dengan suplemen, maka ketika sudah lelah dan mengalami rasa kantuk segera berhenti dan beristirahat sebentar.