Shah Faisal Adalah Pembuat Kubah Masjid Nasional di Pakistan

pembuat kubah masjidTerletak di barat laut ibukota Pakistan Islamabad di depan perbukitan Margalla. Dinamai setelah Raja Faisal dari Arab Saudi. Faisal adalah putra Sulaiman Al Saud pendiri Arab Saudi dan putra pertama nya ketiga istri Tarfa binti Abdullah bin Abd-Al Latif al Syekh. Setelah kematian saudara tiri 1919 ia adalah putra tertua kedua ayahnya. Ia ikut serta dalam kampanyenya untuk menaklukkan Semenanjung Arab. Pada tahun 1925 ia memimpin pasukannya dalam pertempuran melawan Husain bin Ali raja Kerajaan Hejaz dan kemudian viceroy di Hijaz. Pada tahun 1932 Faisal menjadi menteri luar negeri dari Kerajaan. Setelah kematian ayah 1953 kakak tirinya Saud menjadi raja Faisal mengambil alih jabatan Perdana Menteri (1958-1960 dan 1962-1964). Itu segera datang ke perselisihan pada kelanjutan dari modernisasi negara.

Karena arsitektur khas pembuat kubah masjid berlapis emas adalah kemarin tengara kota. Gedung yang dirancang pada akhir tahun 1970 dan selesai tahun 1986 menawarkan bersama dengan pertanian yang hingga 74.000 tempat. Pada tahun 1966 kemudian raja Arab Saudi dari Faisal bin Abdul-Aziz menyempatkan diri berkunjung ke Islamabad di tempat di mana ia mampu mengabaikan semua Islamabad dan membuat proposal untuk pembangunan sebuah masjid besar. Tahun 1969 kompetisi diluncurkan di mana arsitek dari 17 negara memperkenalkan proposal untuk desain Masjid masa depan.

Setelah empat hari konsultasi desain dengan arsitek pembuat kubah masjid Turki Vedat Dalokay dipilih. Pembangunan Masjid dimulai tahun 1976. Biaya 130 juta Saudi rial mengambil alih pemerintah Arab Saudi. King Faisal dirinya terlibat dalam pembiayaan masjid. Setelah pembunuhannya 1975 Masjid dan jalan menuju ada bernama setelah dia. Masjid selesai tahun 1986.

Konstruksi pembuat kubah masjid yang luar biasa dan sangat modern dengan empat menara meliputi daerah seluas 5.000 meter persegi. Ruang sholat terbuka dimodelkan pada bentuk tenda Badui Arab. Mencapai ketinggian 40 meter. 90 meter menara tinggi ramping berorientasi Ottoman model. Mereka adalah yang tertinggi di benua Asia Selatan. Di aula doa ada sekitar 10.000 orang di pintu masuk area 24.000 dan di halaman lain 40.000. itu adalah salah satu Masjid terbesar di dunia. Seluruh kompleks juga mengandung lokal untuk pusat penelitian Islam sebuah perpustakaan museum dan auditorium.

Pencahayaan pusat diwujudkan oleh pembuat kubah masjid melalui sebuah bola dari tabung aluminium anodized emas yang membawa lampu di setiap akhir serta cincin besar Downlight. Bola yang dibentuk oleh sekitar 1000 pijar memiliki diameter sekitar 10 meter cincin “satelit” terdiri dari 40 luminair dan memiliki diameter sekitar 40 meter. Antara luminair individu tirai berwarna emas dekoratif rantai menetapkan sambungan. Pencahayaan ini dikandung oleh desainer pencahayaan Jerman Johannes Dinnebier bekerja sama dengan arsitek dan pada tahun 1985 di bawah arahan K.-M. Jahn di Islamabad.

About the author

PodCa$t

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *